Kasus makanan olahan sampah – Pejabat terkait seolah lepas tangan
Akhir-akhir ini, sangat sering kita mendengar siaran berita di beberapa stasiun televisi swasta tentang kasus makanan yang diolah dari sampah, makanan yang sudah menumpuk di tempat pembuangan sampah dan tentu saja sudah dikerumuni banyak lalat dan sebagian lagi sudah tumbuh belatung.
Kasus ini tentu saja sangat terkait dengan beberapa pihak, diantaranya: dinas kesehatan, pemerintah daerah, ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Cukup terkesan lepas tangan jika anda mendengar tanggapan dari beberapa pihak yang sudah diwawancarai, diantaranya: mentri kesehatan dan pihak pemerintah DKI Jakarta. Dari mentri kesehatan melemparkan tanggung jawab masalah tersebut kepada pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah melemparkan lagi kepada si pelaku langsung; masyarakat yang kehilangan akal sehingga sampai mau mendaur ulang makanan dari sampah. Pemerintah daerah DKI Jakarta bilang kasus ini tidak bisa dikaitkan dengan statistik kemiskinan dan ekonomi masyarakat (yang datanya tentu saja ada di pemerintah daerah), ini hanya masalah masyarakat (si pelaku) yang iseng dan jahil dengan mendaurulang sampah untuk dijadikan makanan.
Jika ditanya langsung kepada si pelaku, tentu saja jawabannya tidak akan jauh beda dengan jawaban para pelaku dan pedagang tahu berformalin (sebagian besar tahu yang beredar di pasar tradisional mengandung formalin). Mereka akan menjawab ini adalah sebuah solusi untuk menghidupi keluarga mereka, agar mereka bisa makan. Dan mereka juga akan menjawab: kalau mau ada penertiban atau sweeping, pemerintah harus memberikan solusi dan jalan keluar alternatif untuk masalah mereka tersebut.
Kalau sudah begini khan seolah-olah sudah terjadi ‘debat kusir’ antara pemerintah dan masyarakat. Yang namanya ‘debat kusir’ tentu saja tidak akan membuahkan sebuah solusi atau kesimpulan yang positif.
Dalam kasus ini tentu saja konsumen yang merasa sangat dirugikan, bahkan terancam bahaya karena kita makan makanan yang beracun dan tidak layak dimakan. Solusi yang paling gampang dalam situasi seperti ini adalah “Hati-hati dalam memilih makanan”.
Kemarin, karena kepepet, terpaksa buka puasa di pinggir jalan dengan memakan gorengan (bala-bala). Dan apa yang terjadi, selang sekitar 20 menit, saya sakit perut dan perut kembung.
Tapi untung cuman sehari, dan Alhamdulillah sekarang sudah sembuh.
Nah, ini adalah contoh dari tidak hati-hati dan tidak bijak dalam memilih makanan.
Seperti yang sudah kita ketahui, makanan-makanan yang dijual di pinggir jalan (terutama gorengan) minyak goreng yang digunakan sangat tidak sehat, bahan dan cara memasak/mengolah nya juga tidak sehat. Sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan kita.
|
|
Anda dapat berlangganan artikel blog ini melalui RSS feed. Anda dapat pula berlangganan melalui email, silahkan isikan alamat email Anda untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru dari Tantan-Hilyatana.net secara gratis ke email Anda.
Berlangganan melalui Email
Terima kasih atas kunjungan Anda!

















































Makanya rajin masak dong biar lebih sehat
Kasus makanan olahan sampah memang masak yang rumit namun ini merupakan suatu tindak kejahatan karena itu org yang melakukan mestinya dihukum supaya dia jerah
Memang di Jkt ini suka aneh2, segala macam dihalalkan demi dapat duit, ck ck ck…
Mgkn satu2nya antisipasi yg bs dilakukan adalah : belanja segar. Jd klo pembantu belanja, selalu pesan utk beli ayam yg masih hidup, dan daging jg begitu, hrs rajin2 pilih. Jg ikan dan udang, musti cek bener2…
Drpd cari murah trs kena penyakit…
mo makan aza kok susah ya..pilih-pilh yang sehat dan bersih sudah susah.
Makanan sehat ga sehat semua klo di masukin ke perut jadi sampah juga ! so sampah makan sampah
hmm… emang sekarang jaman serba sulit dan serba aneh…
hidup emang serba susah, makan aja susah
la… udah tau tidak sehat masih aja di makan ?? aneh
Btul sekali, smuanya hrs kembali pada konsumen dalam memilih makanan, jgn pilih yg murah aja.
klo makan sih mudah banget, nah nyarinya itu yang setengah mati
thanks to you for this tremendous information.
I especially thank you for your outstanding post really useful information.