Tuesday, September 30th, 2008
Raihlah hari kemenangan ini dengan hati gembira dan saling memaafkan.

Saya Tantan Hilyatana sebagai admin dari blog ini mengucapkan :
Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Taqabbalallahu minna wa minkum.
Popularity: 14% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary | 9 Comments »
Monday, September 1st, 2008

Kepada segenap kaum muslimin dan muslimat, di bulan yang suci ini, mari kita luruskan niat untuk menunaikan Ibadah Puasa dengan baik dan benar, dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha-Nya.
Mengutip kalimat dari hargaponsel.info - Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429H / 2008M:
Mari kita Senantiasa Setting NIAT, Upgrade IMAN, Download SABAR, Delete DOSA, Approve MAAF dan Hunting PAHALA. Agar Kita Getting GUEST LIST Masuk SURGA-Nya. Pulang ke kampung SURGA-Nya.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429H. Mohon maaf lahir dan bathin.
Popularity: 17% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary | 2 Comments »
Saturday, June 14th, 2008
Akhirnya datang juga, saat-saat yang tidak dinanti, tepatnya besok pagi, dimana aku harus pindah dari tempat tinggal ku sekarang ke tempat tinggal yang baru. Walaupun masih sama-sama di daerah Bandung Timur, namun perbedaan suasana cukup jauh.
Di tempat tinggal ku sekarang aku merasa senang dan nyaman, banyak teman-teman apalagi tempatnya dekat kampus. Ditambah akses internet unlimited 24 jam gratis. Namun, di tempat tinggalku yang baru suasananya jauh berbeda; jauh dari kampus dan teman-teman, transportasi susah, dan tidak ada akses internet.
Namun itu semua harus terjadi, insyaAllah besok akan berangkat dan angkut-angkut. Jadi mulai dari kemaren udah mulai siap-siap nge-pack barang-barang. Terus nyari hardware komputer seperti hard disk, memory, monitor, dll. Terus survey beberapa Internet Service Provider (ISP) seperti Telkomsel Flash, XPlor, IM2, Quasar, dan Esia. Dan pilihan untuk jasa layanan internet sepertinya bakal jatuh ke Telkomsel Flash, walaupun ada pengalaman yang kurang enak berkenaan dengan layanan Telkomsel Flash.
Popularity: 21% [?]
Posted in Personal Life and Diary | 9 Comments »
Sunday, April 6th, 2008
Selang waktu artikel ini dan artikel sebelumnya adalah jeda yang lumayan panjang bagi postingan sebuah blog. Memang ada beberapa kesibukan “dalam negeri” yang membuat saya tidak posting artikel selama 5 hari. Disamping itu, semangat buat posting lagi nurun nich, padahal ide tulisan insyaAllah selalu ada tiap hari.
Berbagi ilmu itu berat dan sekaligus merupakan sebuah beban. Apalagi jika kita mau terbuka dalam berbagi, tulisan mengalir dengan gaya kita sendiri, apa adanya, sehingga semakin mempersempit atau lebih mendekatkan jarak antara kita dan para pembaca kita. Kita semakin akrab dan serasa dekat dengan para pembaca / pengunjung.
Tentang berbagi dan memberi, adalah suatu usaha, semangat dan kesadaran untuk bisa saling membantu. Dan itu adalah di luar dari pertimbangan apakah suara kita akan diterima dan dimengerti oleh orang lain. Yang cukup sering terjadi dan sering saya dengar adalah: “Duch, ide artikel saya udah ada yang nulis, gak jadi ah nulisnya”, “Artikel ini kayaknya kurang berguna, kapan-kapan aja ah posting nya”, dan lain-lain.
Mengutip tulisan mas Rony pada tulisannya berjudul “50% Belum tentu Semua Tahu !“:
Jadi sebenarnya jangan pernah berfikir bahwa apa yg anda mampu lakukan atau apa yg anda ketahui “pasti orang lain” juga bisa !
Jika seperti itu, kesempatan anda untuk lebih sering dan lebih banyak memberi dan berbagi semakin kecil.
Tema atau kalimat yang sama namun keluar dari orang yang berbeda dan suasana yang berbeda maka hasilnya juga berbeda. Setiap orang punya ciri sendiri dan dapat memberi efek (manfaat) yang khas sesuai dengan orang tersebut. Baik itu tulisan maupun lisan.
Popularity: 20% [?]
Posted in Blogging, Motivation, Personal Life and Diary | 1 Comment »
Thursday, February 28th, 2008
I write this post in English intentionally, because we’ll talking about “How to write in English”. It heard like lesson from a master. But no!, I am really don’t know about English, especially grammars. I just forces my self so that I can write in English.
I’ve done surfing and searching (it would continuously) about guide, tips and trick English writing. And there are variously methods and guides English writing, as follows :
- Studies grammars. There are a lot of books about English grammars that you can find in bookstore.
- Knows vocabulary. To do this, you need a dictionary. And if you’re diligent and creative, use papers (make it equal to identity card size). Then write a word that you wish to remember, below that word, write an example of sentence that using the word. And at behind, write the translation.
- Concurrently you does both step above, you must read and writes English.
- You have to do three steps / things above concurrently.
Others suggests: write in Indonesia (or your origin language) first before you write in English. I have never tried it, I just write in English directly without write in Indonesia first.
Four steps above are heard of simple. But, I always feels difficulty to do that steps / guides. This post / article is as a result of what I have studied. Are you understand or not? or you smiles? after reading this article. 
Popularity: 19% [?]
Posted in Personal Life and Diary, Tips and Tricks | 5 Comments »
Sunday, February 17th, 2008
Tulisan ini benar-benar terinspirasi oleh oleh tulisan mas Jimmy di blognya dengan judul “Nabung Receh”. Di tulisannya tersebut, setidaknya ada dua buku yang direview singkat oleh mas Jimmy, yaitu:
- “Nabung Receh Kebeli Monas: Tips Menabung Smart Dengan Hasil Maksimal!” karangan Lie Charlie
- “Kunci Emas” karangan L.Y. Wiranaga
Lumayan memotivasi saya untuk menabung, terutama menabung receh. Walaupun sebenarnya saya kurang bisa memaknai falsafah dan hakekat menabung, intinya menabung masih belum menjadi bagian dari kebiasaan dan perencanaan masa depan saya.
Mengenai mengumpulkan receh, sebelumnya memang pernah saya lakukan, waktu itu pernah terkumpul 50 ribuan uang logam semua. Namun bukan niat menabung, hanya iseng saja. Jadi tentu saja habis tanpa bekas dan kesan.
Saya kutipkan juga sebuah kisah dari buku yang berjudul “Kunci Emas” karangan L.Y. Wiranaga (sebuah kisah yang sangat memotivasi saya untuk menabung).
Ada seorang ibu rumah tangga yang telah menikmati masa pensiunnya selama 25 tahun terakhir ini. Kini aktivitas sehari-harinya adalah melihat perkembangan dan pertumbuhan keluarga anak-anaknya.
Dalam sepuluh tahun terakhir ini beliau dapat menikmati perjalanan ke luar negeri dalam tour yang menyenangkan, menikmati keindahan alam ke mana pun ia suka.
Hampir semua negara besar telah dikunjunginya. Semua objek wisata kelas dunia telah dia nikmati pada masa pensiun yang indah.
Anak-anak dan menantunya terheran-heran, karena seluruh biaya perjalanan beliau tanggung sendiri, tidak pernah sekali pun minta biaya dari anak-anaknya.
Padahal, beliau adalah seorang ibu rumah tangga sejak 40 tahun yang lalu, dan selama ini anak-anaknya tidak pernah memberikan uang dalam jumlah yang besar sekaligus. Mereka hanya memberikan uang keperluan rumah tangga (biaya dapur dan keperluan sehari-hari) secara rutin, setiap bulan.
Ketika saya menanyakan apa rahasianya, dengan bijak beliau mengatakan, “Saya tidak pernah memakai uang logam kembalian belanja sayur saya selama 40 tahun. Setiap saya berbelanja untuk keperluan dapur dan cuci-mencuci, dan seitap kali mendapatkan uang logam kembalian, saya selalu menyimpannya. Saya pantang berbelanja dengan uang logam. Saya selalu membayar dengan uang kertas.
Ketika uang logam saya sudah banyak, saya menukarkannya dengan uang kertas kepada tukang sayur langganan, lalu saya membawa uang kertas hasil penukaran itu ke toko emas, saya membeli satu dua gram emas sesuai dengan uang yang saya miliki.
Saya tidak pernah lupa melakukan hal ini selama 40 tahun. Saya tidak peduli berapa harga emas ketika saya membeli, apakah harganya sedang mahal atau sedang murah. Saya membelinya sejumlah uang kembalian yang bisa saya kumpulkan.
Sejak sepuluh tahun yang lalu, saya menjual emas saya dan menukarkannya dengan dolar karena saya kesulitan menyimpan emas saya. Dolar itu saya titipkan ke bank, dan sejak itu saya selalu menukarkan uang logam hasil kembalian saya dengan dolar di bank itu dan menambah tabungan saya.
Hanya itu, dan itulah yang membiayai Ibu dalam perjalanan keliling dunia selama 10 tahun terakhir ini.”
Inilah sebuah kebijaksanaan dari seorang ibu rumah tangga yang memiliki sebuah prinsip sederhana, yaitu jangan pernah menggunakan uang logam kembalian, tabung seluruh uang logam kembalian dan lakukan itu bertahun-tahun sejak muda.
Mari menabung!
Popularity: 21% [?]
Posted in Management, Personal Life and Diary | 9 Comments »
Saturday, December 22nd, 2007

Tau khan 22 Desember itu hari apa?!. Yups, “Hari Ibu”. Atau mungkin ada yang gak tau, its ok, sekarang jadi tau khan.
Semoga kita sadar, dan kesadaran semakin dalam akan betapa besarnya kasih sayang ibu. Kasih sayang dan jasa yang tak mungkin dibalas dengan apa pun.
Ia (Ibu) mengandungmu selama 9 bulan, berjaga malam karena menjagamu, air mata yang menetes karenamu, Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu, menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu, dan mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu.
Ibu, kau ajari aku kasing sayang yang tulus
Ibu, kau ajari aku tentang keikhlasan
Kebaikanmu adalah curahan segenap jiwa dan raga
Tak terhitung sudah, berapa kali aku mengatakan “ah” dan “tidak”
Tak terhitung, berapa kali aku mengabaikan kata-kata mu
Ibu ibu… maafkan anakmu ini
Mulai sekarang ku akan berbakti padamu
So, doakan anakmu ini untuk bisa berbakti padamu ibu. Jangan ditanya atau diminta yang ginian mah. Setiap nafas seorang ibu adalah doa kebaikan buat anaknya.

Lirik lagu Ibu by Iwan Fals:
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
Ibu
Ibu
Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-do’a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…
Ibu
Ibu
Iwan Fals
Popularity: 29% [?]
Posted in Motivation, Personal Life and Diary | 5 Comments »
Thursday, November 29th, 2007
Kalau anda membaca tulisan saya sebelumnya “Perbedaan istri cantik dan istri jelek di mata suami“, sebuah guyonan; sikap suami terhadap istri. Tentunya tulisan tersebut dimaksudkan sebagai hiburan, guyon/humor saja, tidak ada maksud lain.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa ada terlintas di pikiran kita (termasuk saya sendiri) bahwa sikap suami tersebut adalah sikap yang keterlaluan, apalagi jika yang membacanya perempuan/akhwat. Bahkan seorang sahabat mengatakan :
“Seharusnya judulnya adalah: Suami kufur VS suami syukur”
Jadi, bukan pada istri jelek atau istri cantik nya.
Nah, sebenarnya dan seharusnya bahwa seorang istri adalah wanita yang paling cantik di mata suami. Tak ada wanita mana pun yang dapat menandingi kecantikan seorang istri tercinta. So, gak ada yang namanya istri jelek di mata suami.
Cantik karena cinta adalah sebuah nilai kecantikan luar dan dalam yang tak dapat digantikan oleh kecantikan mana pun.
Hmmm, mungkin potongan lirik lagu 11 Januari by Gigi di bawah ini bisa mewakili.
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna
Popularity: 32% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary | 5 Comments »