Pada artikel sebelumnya yang berjudul “My English learning so far” adalah merupakan sebuah motivasi, khususnya motivasi dan support buat diriku sendiri. Sebuah keinginan dan usaha untuk bisa menggunakan dan memanfaatkan media berbahasa Inggris.
Diawali dengan reading dan writing, setidaknya ini merupakan langkah awal untuk bisa melangkah lebih jauh; listening dan speaking. Walaupun memang tingkat kesulitan antara reading writing dan listening speaking sangat berbeda.
‘Karena’ sebagai sebuah penghambat
Diawali dengan keinginan, kemudian dilanjutkan dengan usaha. Dengan tanpa banyak melihat dan menyalahkan berbagai macam kekurangan pada diri kita. Dengan fasilitas dan alat seadanya kita berusaha untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita kita.
Saya mencontohkan dengan beberapa fasilitas dan alat dalam menunjang suksesnya belajar menulis bahasa Inggris, seperti teman atau guru, buku dan kamus, kaset dan video, software English learning, dan lain-lain. Tanpa semua fasilitas tersebut, kita bisa melakukan usaha dan mewujudkan keinginan kita. Saya pribadi mengusahakan dengan: membeli kamus dan buku English Grammar, dan usaha, yaitu menulis dan membaca teks bahasa Inggris.
Dalam buku “Law of Attraction”, disebutkan beberapa ‘keyakinan penghambat’ yang biasanya muncul setelah anda mengucapkan kata “karena”. Berikut ini beberapa contohnya:
- Saya ingin menjadi penulis buku tapi saya tak bisa, karena saya bukan lulusan perguruan tinggi
- Saya ingin berwiraswasta tetapi tak bisa karena saya sudah terlalu tua
- Saya ingin bertubuh ramping tapi itu sulit, karena semua anggota keluarga saya memang gemuk
- Saya ingin punya pasangan ideal, tapi itu tak mungkin, karena saya terlalu tua, gembrot, pemalu, dsb, dsb…
Nah, dalam kasus belajar menulis bahasa Inggris, dengan fasilitas seadanya terbukti bahwa ada sebuah progress atau peningkatan. Seperti yang mas Jimmy bilang “Just write! and your writing ability will increase from time to time”. Jadi saya berusaha untuk mengurangi dan menghilangkan ‘karena’ yang menjadi penghambat dan membuat ragu.
Walaupun memang terasa masih cukup sulit dan berat dalam menulis bahasa Inggris, cukup sering saya minta tolong ke salah satu temanku buat nulis, apalagi kalau lagi banyak order paid review. Padahal udah berdua dengan teman, tapi tetap saja ada beberapa job yang tidak bisa diselesaikan. ![]()
Popularity: 12% [?]












Related Articles :
Subscribe









One Response to “Karena oh karena – sebuah keyakinan penghambat”
By jimmy on Apr 17, 2008 | Reply
wuih udah baca buku law of attraction ya mas? sama dong