Archive for the ‘My Journey’ Category
Sunday, June 22nd, 2008 |

Abis pindahan benar-benar terjadi perubahan suasana dan sikon yang kurang nyaman. Yah, walaupun kurang nyaman karena tidak ada akses internet – harus ke warnet kalau mau ngenet – tapi aku coba untuk beradaptasi, toh gak semuanya gak nyaman, banyak juga suasana dan sikon yang enak dan nyaman.
Sekarang jadi lebih banyak waktu untuk offline, ngebenerin dan menata folder dan file di hard-disk ku, nulis-nulis artikel, dan juga nyusun dan nulis tugas akhir, dan terakhir ‘planned any plan’.
Ok, berbicara tentang ‘planned any plan’, aku coba untuk menulis my goal seputar tentang bisnis online atau ‘make money online’. Semoga ini bisa menjadi sebuah awal untuk fokus pada apa pun impian dan cita-cita kita. Amien…
It’s my goals
Impian bisa merupakan sebuah utopia dan bersifat idealis. Namun, jangan kita abaikan begitu saja banyak faktor yang bersifat realistik.
Entah impianku ini hanya sebuah utopia atau kah memang realistik?!, but I’ll try it.
- Memiliki minimal satu web atau blog yang dikunjungi minimal 1000 visitor perhari.
- Mengoptimalkan web/blog tersebut untuk bisa dapat duit dari internet minimal $30 perhari atau $900 perbulan.
Untuk sekarang memang jauh dari my goal tersebut, baru sekitar 10% saja.
Make money online become a hobby
Sebenarnya bukan nyari duit lewat internet (make money online) yang menjadi hobi, tapi alat atau sarananya yang menjadi hobi, yaitu lewat website atau blog, dan kemampuan lain seperti web design, online marketer, dll.
Di tengah kesenangan untuk terus belajar tentang internet, website, dan blog, juga memberikan efek bahwa internet sebagai sumber penghasilan dengan mengoptimalkan sumber penghasilan online (online income source): jualan text links, jual banner spaces, menulis review berbayar (paid review), jualan produk (affiliate), dll.
Popularity: 6% [?]
Posted in Make Money Online, Motivation, My Journey, My Works and Activity | 4 Comments »
Sunday, April 27th, 2008 |

Misalkan kita dapat duit (penghasilan) dari bisnis kita, atau gaji kita naik, tentu kita akan senang. Itu adalah manusiawi, ketika kita mendapat rezeki lebih dengan cara gaji kita naik atau penjualan bisnis kita meningkat, dll tentu kita akan sangat senang.
Dengan rezeki lebih tersebut kita bisa melakukan banyak hal, artinya apa yang bisa kita lakukan dan rencanakan semakin bertambah banyak, dan ini adalah merupakan sebuah prestise.
Bisnis online: Selling links dan paid reviews
Namun berbeda dengan beberapa jenis bisnis online. Terutama yang saya rasakan adalah jenis bisnis online ’selling links’ dan ‘paid reviews’. Ada perasaan was-was ketika orderan job paid reviews banyak atau ketika kita berhasil menjual banyak link di blog atau website kita. Ini adalah sebuah progress dan peningkatan yang baik bagi dua jenis “make money online” tersebut.
Namun dua jenis bisnis online tersebut juga memberikan efek dan konsekuensi yang tidak bagus bagi sebuah blog/web. Teman-teman mungkin sudah paham betul akan dampak dan konsekuensi dari bisnis selling links dan paid reviews, yaitu: kemungkinan turun Page Rank (PR) sangat besar. Inilah yang terjadi pada salah satu blogku yang turun PR dari PR3 menjadi PR0 karena jualan link.
Page Rank merupakan sebuah parameter yang sangat berharga bagi para blogger webmaster, di samping beberapa parameter lain seperti: Alexa rank, Technorati Rank, Google backlinks, Yahoo backlinks, dan lain-lain.
Jaringan web sendiri
Sebuah rencana untuk mengatasi masalah resiko penurunan PR, saya berniat dan merencanakan beli beberapa domain baru dan domain yang sudah memiliki statistik. Kemudian saya bangun agar statistiknya stabil.
Setidaknya dengan banyak domain (web/blog) bisa saling backing dan membangun link satu sama lain. Atau jika salah satu blog turun PR saya masih punya banyak blog yang memiliki statistik yang bagus.
Tetapi ngurusin banyak domain itu tidak gampang, apalagi saya baru pertama kali mencoba melakukan ini. Butuh waktu dan tenaga ekstra, harus lebih meng-optimal-kan dan me-maksimal-kan waktu, tenaga dan potensi. Butuh manajemen diri yang baik, profesional dan proporsional untuk mengerjakan itu semua. :tired:
Popularity: 16% [?]
Posted in Blogging, Make Money Online, Management, Motivation, My Journey, My Works and Activity | 8 Comments »
Thursday, April 17th, 2008 |
Pada artikel sebelumnya yang berjudul “My English learning so far” adalah merupakan sebuah motivasi, khususnya motivasi dan support buat diriku sendiri. Sebuah keinginan dan usaha untuk bisa menggunakan dan memanfaatkan media berbahasa Inggris.
Diawali dengan reading dan writing, setidaknya ini merupakan langkah awal untuk bisa melangkah lebih jauh; listening dan speaking. Walaupun memang tingkat kesulitan antara reading writing dan listening speaking sangat berbeda.
‘Karena’ sebagai sebuah penghambat
Diawali dengan keinginan, kemudian dilanjutkan dengan usaha. Dengan tanpa banyak melihat dan menyalahkan berbagai macam kekurangan pada diri kita. Dengan fasilitas dan alat seadanya kita berusaha untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita kita.
Saya mencontohkan dengan beberapa fasilitas dan alat dalam menunjang suksesnya belajar menulis bahasa Inggris, seperti teman atau guru, buku dan kamus, kaset dan video, software English learning, dan lain-lain. Tanpa semua fasilitas tersebut, kita bisa melakukan usaha dan mewujudkan keinginan kita. Saya pribadi mengusahakan dengan: membeli kamus dan buku English Grammar, dan usaha, yaitu menulis dan membaca teks bahasa Inggris.
Dalam buku “Law of Attraction”, disebutkan beberapa ‘keyakinan penghambat’ yang biasanya muncul setelah anda mengucapkan kata “karena”. Berikut ini beberapa contohnya:
- Saya ingin menjadi penulis buku tapi saya tak bisa, karena saya bukan lulusan perguruan tinggi
- Saya ingin berwiraswasta tetapi tak bisa karena saya sudah terlalu tua
- Saya ingin bertubuh ramping tapi itu sulit, karena semua anggota keluarga saya memang gemuk
- Saya ingin punya pasangan ideal, tapi itu tak mungkin, karena saya terlalu tua, gembrot, pemalu, dsb, dsb…
Nah, dalam kasus belajar menulis bahasa Inggris, dengan fasilitas seadanya terbukti bahwa ada sebuah progress atau peningkatan. Seperti yang mas Jimmy bilang “Just write! and your writing ability will increase from time to time”. Jadi saya berusaha untuk mengurangi dan menghilangkan ‘karena’ yang menjadi penghambat dan membuat ragu.
Walaupun memang terasa masih cukup sulit dan berat dalam menulis bahasa Inggris, cukup sering saya minta tolong ke salah satu temanku buat nulis, apalagi kalau lagi banyak order paid review. Padahal udah berdua dengan teman, tapi tetap saja ada beberapa job yang tidak bisa diselesaikan. 
Popularity: 10% [?]
Posted in Motivation, My Journey | 1 Comment »
Monday, December 31st, 2007 |
Menjelang awal tahun baru, hampir semua orang membuat dan merencanakan resolusi, obsesi atau keinginan masa depannya. Beberapa keinginan dan obsesi tahun lalu mungkin tidak dapat terwujud semuanya.
Bersyukurlah jika anda adalah orang yang bisa mewujudkan dan melaksanakan semua keinginan dan impian anda, anda adalah orang yang dipercaya untuk memegang amanah (amanah = tercapainya keinginan anda). Dan teruslah berjuang bagi anda yang belum bisa mewujudkan keinginan-keinginan anda, masih ada hari esok yang akan menyambut anda dengan penuh harapan.
Tahun baru, semangat baru, obsesi baru dan resolusi. Biasanya semangat tahun baru dapat memberikan motivasi yang cukup kuat untuk dapat menggapai impian-impian. Nah, ambil hikmahnya dan ambil nilai positifnya. Semoga keinginan kita tercapai. Amien…
Personally, di tahun 2007 cukup banyak pelajaran dan pengalaman yang aku alami. Dan yang jelas, pelajaran dan pengalaman tersebut sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Zac Johnson menulis artikel dengan judul “Top New Year’s Resolutions“. Keinginan dan impian yang menjadi prioritas, dan keinginan tersebut hampir dimiliki semua orang, yaitu : 1) lose weight, 2) stop smoking, dan 3) make more money.
Tiga keinginan tersebut sangat mewakili gaya/pola hidup seseorang. Jika terwujud, maka insyaAllah hidup menjadi lebih baik dan lebih memiliki arah dan tujuan. Tapi tentunya masing-masing anda memiliki keinginan-keinginan sendiri yang lebih spesifik, yang lebih mengena dengan diri anda.
Inilah resolusiku, keinginan, impian dan rencana di tahun 2008 :
Pertama. Menyelesaikan kuliah
Yang ini amat serius dan urgen. Karena memang udah terlalu lama kuliah. Maka beres kuliah adalah harus, tidak boleh tidak.
——————————
Kedua. Berhenti Merokok
Cukup berat emang kalau udah kecanduan. Tapi dengan dukungan keluarga, saudara, teman dan sahabat terdekat, mudah-mudahan keinginan untuk berhenti merokok bisa terwujud. Ditambah dengan keinginan dan niat yang kuat dari diri sendiri tentunya. :applause:
——————————
Ketiga. Perencanaan rencana dan program kerja yang lebih matang dan terstruktur
Selama ini bekerja dengan rencana dan program kerja yang lumayan amburadul. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, mau gak mau keinginan ini harus diwujudkan dalam waktu dekat.
——————————
Keempat. Menikah
Duhai wanita yang lebih mulia dan lebih cantik dari bidadari, terimalah aku apa adanya. “Tuhan krimkanlah aku kekasih yang baik hati, yang mencintai aku apa adanya“. :love:
——————————
Kelima. Make More Money
Seiring dengan terwujudnya pola hidup dan pola kerja yang lebih baik, maka insyaAllah uang akan datang dengan lebih cepat dan lebih banyak. :money:
——————————
Oh ya, “lose weight” gak termasuk ya?!. Karena emang saya orangnya udah kurus. Malahan pengennya “growing weight“, tapi yang ini mah nggak harus sich.
So how about your resolution?!
Popularity: 23% [?]
Posted in Motivation, My Journey, Personal Life and Diary | 10 Comments »
Saturday, December 29th, 2007 |
Sebuah harapan, keinginan, dan rencana tuk menghilangkan beban ini, tuk menyelesaikan tanggung jawab ini.
“Kamu pasti bisa, insyaAllah kamu bisa“, terima kasih telah memperdengarkan kalimat tersebut padaku.
Tinggal diri ini yang harus mampu, melaksanakan dan menyelesaikan semuanya. Jika sampai kegagalan
itu terulang lagi; “Apa kata dunia“.
Kucoba tuk menghitung hari
Detik demi detik…
Agar waktu terasa lama
Agar waktu tak cepat berlalu
Di tengah himpitan banyak tanggung jawab
Kucoba tuk bertahan
Kucoba tuk kuat dan tegar
Menghadapai semuanya…
Batu besar serasa di pundak
Sehingga langkahku ini serasa berat
Jatuh bangunku dibuatnya
Terseok-seok, menggapai impian
Popularity: 23% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary, Puisi dan Lirik Lagu | No Comments »
Thursday, November 29th, 2007 |
Kalau anda membaca tulisan saya sebelumnya “Perbedaan istri cantik dan istri jelek di mata suami“, sebuah guyonan; sikap suami terhadap istri. Tentunya tulisan tersebut dimaksudkan sebagai hiburan, guyon/humor saja, tidak ada maksud lain.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa ada terlintas di pikiran kita (termasuk saya sendiri) bahwa sikap suami tersebut adalah sikap yang keterlaluan, apalagi jika yang membacanya perempuan/akhwat. Bahkan seorang sahabat mengatakan :
“Seharusnya judulnya adalah: Suami kufur VS suami syukur”
Jadi, bukan pada istri jelek atau istri cantik nya.
Nah, sebenarnya dan seharusnya bahwa seorang istri adalah wanita yang paling cantik di mata suami. Tak ada wanita mana pun yang dapat menandingi kecantikan seorang istri tercinta. So, gak ada yang namanya istri jelek di mata suami.
Cantik karena cinta adalah sebuah nilai kecantikan luar dan dalam yang tak dapat digantikan oleh kecantikan mana pun.
Hmmm, mungkin potongan lirik lagu 11 Januari by Gigi di bawah ini bisa mewakili.
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna
Popularity: 25% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary | 5 Comments »
Saturday, November 10th, 2007 |
I miss you, Tan!. Apakah engkau juga merasakan apa yang kurasakan. Selama ini engkau tak pernah terlihat. Apakah engkau sudah melupakanku?!.
Namun kuyakin, engkau tidak melupakanku, engkau akan kembali padaku.
Kuyakin engkau hanya pergi untuk kembali. Engkau akan datang di saat diri ini tulus ikhlas mengharap kau kembali.
Sebuah pelajaran karena ku telah melupakanmu. Engkau coba tuk memberi pelajaran kepadaku akan hidup dan kehidupan, agar pribadi ini lebih kuat dan dewasa.
Engkau adalah diriku, kita adalah satu, maka kembalilah padaku.
Saat kau jauh dari diriku
Ada keinginan dan kerinduan tuk bertemu kembali
Ku panggil
Ku coba tuk mengejar
Menggapai tanganmu
Memeluk tubuhmu
Namun…
Engkau hanya melihat sekejap
Kemudian pergi menjauh
Namun ku berusaha keras
Tuk membuatmu kembali kepadaku
Dan akhirnya…
Bayanganmu mulai terlihat mendekat
Apakah itu artinya
Engkau juga merindukanku
Engkau mau kembali padaku
By: Tantan

Sebuah puisi/cerita anak Adam yang sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Sebuah kerinduan akan dirinya sendiri.
Popularity: 19% [?]
Posted in My Journey, Personal Life and Diary | 1 Comment »
Tuesday, November 6th, 2007 |
Jadi manusia kok pengen bisa bebas?!. Ya iya lah, pokoknya gue pengen bebas, seperti burung di angkasa… bla bla bla. Di usia remaja dan usia melepas remaja menuju ke kedewasaan, keinginan bebas hampir selalu ada dalam pikiran dan keinginan manusia, keinginan bebas yang sebebas-bebasnya.
Padahal di saat manusia merasa bebas, menemukan kebebasan yang diinginkan. Dia telah masuk dalam sebuah aturan. Dia telah masuk dalam sebuah ruang yang membuatnya tidak bisa melakukan banyak hal.
First
Keinginan bebasku dulu adalah di saat sebuah idealisme cukup kuat pada diriku. Idealisme dan prinsip keagamaan yang kupegang teguh. Cukup lama aku bergelut dengan khazanah keislaman (4 tahun kurang). Qiyamullail gak perlu disuruh, baca dan menafsirkan al-Quran tiap hari, selalu menyerukan kebaikan kepada teman dan berlomba-lomba beramal shaleh, shalat sunat rawatib gak pernah lewat (apalagi shalat wajib), membiasakan puasa senin kamis walaupun tidak tiap minggu.
Tapi entah mengapa, sikap dan pikiranku saat itu kurasa kurang sreg di hati, serasa ada yang kurang, aku ingin mencari apa gerangan sesuatu yang kurang itu. Sampai aku menemukan sebuah wacana yang membuatku ingin menjadi manusia bebas. Sampai juga pada apa yang ku ingin (red: bebas).
Aku enjoy, senang dan bangga dengan wacana, pemahaman, dan idealisme baruku itu. Lumayan lama juga (5 tahun). Keinginan dan hasrat hati dan pikiranku terpenuhi sudah. Apa yang tidak kutemukan sebelumnya kudapatkan sekarang.
Second
Lagi-lagi ada yang kurang/tidak sreg di hati. Padahal pemahaman dan konsep kebebasan itu bisa memenuhi hasrat pikiran dan hati ini. Yah, memang apa yang kutangkap tentang kebebasan lebih banyak pada hal-hal yang negatif, aku berubah 180 derajat. Kusadari itu.
Sikap dan prilaku hedonis dan progressif yang pemberontak. Dua sikap ini jika tidak di-kontrol dan di-manage dengan baik dan benar, akan menumbuhkan sikap dan prilaku yang negatif dan merusak.
Third
Pemahaman dan kesadaran sedikit demi sedikit muncul, bahwa selama ini aku telah salah. Namun aku masih belum mampu untuk berubah (kembali ke jalan-Nya). Bayang-bayang dan tuntutan untuk menyelesaikan kuliah, ini membuatku berat sekali untuk hijrah.
Rasanya berat sekali untuk menyelesaikan kuliah (mungkin karena udah kadaluarsa ya… terlalu lama menyandang predikat mahasiswa). Tuntutan dari orang tua harus selesai kuliah, dan memang ini merupakan apa yang seharusnya dan menjadi kewajibanku. Tapi di sisi lain tindakan untuk menyelesaikan kuliah kurang bahkan tidak kulakuan, selalu malas untuk menyelesaikan kuliah.
Ayahku selalu bilang: “Cepat selesaikan kuliah. Kalau udah selesai kuliah, mau ngapain aja enak dan bebas”. Memang benar, setiap niat, kegiatan dan pekerjaan di luar perkuliahan serasa tidak bebas. Bagaikan kambing yang ditambatkan di pohon, tidak bisa bergerak lebih dari panjang tali ikatnya.
Final Thoughts
Ternyata kebebasan adalah kematangan visi, misi, pemahaman, kesadaran dan kemampuan. Sehingga setiap keinginan, sikap, tingkah laku, perbuatan dan pengambilan keputusan akan muncul dari prinsip dan landasan yang matang dan jelas, muncul dari pribadi yang memiliki kepribadian. 
Popularity: 17% [?]
Posted in Motivation, My Journey, Personal Life and Diary | 2 Comments »
Friday, November 2nd, 2007 |
Ayahku bilang, dosenku bilang: “Menulislah setiap ada ide di pikiranmu, tak peduli di mana dan apa yang sedangkan kau lakukan, segera tulis idemu. Jika sebuah ide datang di saat engkau sedang menjelang tidur, bangunlah ambil buku dan pena, tulis segera idemu itu. Lagi di kamar mandi muncul ide-ide, maka segera tulis idemu.”
Saat engkau napak tilas (membaca buku diary-mu), engkau akan menemukan sosok dirimu yang unik. Engkau seolah-olah melihat dan sedang berdialog dengan dirimu sendiri.
Coba tafakur tentang dirimu sendiri, “what are you should be?, what are you would be?”.
“Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya (Hadits)”.
So, rajin menulis buku harian merupakan salah satu cara untuk mengenal diri sendiri.
Hal tersebut tentu saja dimaksudkan untuk lebih dewasa, terus memperbaiki diri dan istiqamah di jalan-Nya. Ketiga hal tersebut adalah terus dilakukan manusia sampai akhir hayat. Wallahu a’lam…
Popularity: 12% [?]
Posted in My Journey | 1 Comment »
Friday, November 2nd, 2007 |
Akhirnya personal blog ini online juga. Setelah sekian lama keinginan untuk punya blog pribadi yang berbahasa Indonesia, baru sekarang bisa ter-realisasi. Idealnya memang para pemilik web/blog memiliki sebuah blog peribadi, sebuah publikasi yang lebih bersifat personal.
Beberapa minggu lalu, sudah ada perencanaan untuk blog ini, terutama untuk list atau daftar kategori. Beberapa perubahan terjadi, bahkan mungkin (10 hari ke depan) untuk list kategori masih akan terus di-evaluasi.
Thanks to: Satria, Ones, Iva, Ipat, Samson, Adi, Niar, Farid, Asep, Dor zay, mas Ari, Adya, pa Ustadz, Ocol, Ndang, Iyan, Yoqi. All of you is my friend.
Temanku bilang: “I think you shall have more relax posts…”. Aku berpikir, memangnya tulisan/blog ku selama ini seperti apa?!. Dan ternyata memang aku merasa tulisan ku (di blog-blog yang lain) terlalu serius, aku perlu sesuatu yang santai. Dan lewat blog ini aku coba untuk: rileks, fresh, santai, sharing and enjoy….
Banyak kritik dan saran yang kudapat dalam perjalananku di dunia maya dan dunia nyata. Salah satu buah dari kritik dan saran tersebut adalah blog ini. So, kita harus bisa menerima kritik dan saran, ambil nilai positifnya: to be better life, to be better future.
Amien…
Popularity: 12% [?]
Posted in My Journey | 2 Comments »